Update

Cara Mencegah dan Mengobati Osteoporosis


Osteoporosis atau gangguan tulang adalah gangguan zat kerangka yang ditandai dengan berkurangnya jaringan tulang, dua dari 5 penduduk di indonesia beresiko menderita osteoporosis  penyakit ini terutama menyerang wanita di atas usia 60 tahun pada pria osteoporosis jarang terjadi.

 
Cara Mencegah dan Mengobati Osteoporosis

Gejalanya

Praktis tidak ada terkecuali adanya nyeri punggung sebab menyebabkan banyak orang merasa tidak perlu untuk melakukan uji kepadatan tulang(BMD atau Bone Mass Density), yang merupakan upaya mendeteksi dini terhadap osteoporosis, penderita tidak merasakan nyeri sampai suatu ketika karena cedera ringan saja sampai patah tulang sebab tulang yang keropos mudah patah, terutama ruas tulang belakang, pangkal paha dan pergelangan tangan, ini yang pada prinsipnya menyerang seluruh kerangka menyebabkan banyak sekali penderitaan.

Penyebabnya

Sepanjang hidup secara kontinu terjadi pembentukan dan perombakan tulang,pada anak proses pembentukan sel-sel tulang dibentuk oleh osteoblast lebih cepat dari perombakannya(oleh sel-sel osteoklas) sehingga masa tulang meningkat sebaliknya yang terjadi pada orang tua perombakan tulang lebih cepat dari pembentukannya sehingga masa tulang berangsur angsur menyusut, akibat kehilangan kalsium tulang menjadi berpori,tipis, rapuh, dan mudah patah.sehingga kerangka menciut dan tubuh menjadi lebih pendek dan bingkuk.sehingga sering terlihat pada orang yang tua sekali, pada orang dewasa antara pembentukan tulang dan pembentukannya.

Faktor Resiko

Faktor primer yang tidak dapat diubah adalah usia, kelamin, keturunan dan kekurangan hormon estrogen, khususnya pada wanita saat memasuki menopause. Faktor sekunder umumnya berkaitan dengan pola hidup dan makanan, konsumsi kafein dan garam yang berlebihan, kelebihan berat badan dan berkurangnya aktifitas fisik, mengkonsumsi alkohol, merokok dan obat-obatan tertentu juga dapat menjadi faktor resiko.

Penggunaan obat-obatan kortikoteroid dalam jangka waktu lama misalnya pada asma dan artritis dapat menghilangkan masa tulang.diperkirakan penyebabnya adalah menurunnya  aktifitas osteoblast dan mungkin juga meningkatnya resorpsi(pelarutan) tulang, berkurangnya absorpsi kalsium dari usus atau berkurang reabsorpsi di ginjal.

Salah satu penyebab dari osteoporosis adalah kekurangan mineral kalsium, kurang lebih 99% dari jumlah kalsium dalam tubuh berada dalam jaringan tulang, bila orang tidak mencukupi cukup kalsium dalam dietnya, osteoklas akan mengambil mineral ini dalam jaringan tulang untuk digunakan pada fungsi lain dari tubuh Karena kalsium sangat dibutuhkan untuk produksi berbagai enzim,kontraksi otot dan saraf.

Kebutuhan kalsium dan vitamin D

Sebaiknya suplemen kalsium dikonsumsi sewaktu makan karena pada saat ini asam lambung meningkat yang merupakan suasana optimal bagi absorpsi mineral ini. Disamping kalsium sebenarnya fosfor juga merupakan unsur penting dari jaringan tulang tetapi unsur ini terdapat dalam jumlah yang cukup besar  dalam makanan sehingga jarang sekali timbul defisiensi.

Baca Juga:

Mencegah dan Mengobati Penyakit Kanker 



Sumber kalsium, makanan yang banyak mengandung kalsium adalah tempe, tahu, bayam, rebon kering, udang tri kering kedelai, brokoli, kembang kol, daun papaya dan susu beserta produk-produk seperti youghurt, segelas susu rendah lemak mengandung 300 mg kalsium,bila makanan kurang kadar kalsiumnya dapat ditambah suplemen seperti kalsiumsitrat atau glukonat sebetulnya kalsium karbonat juga dapat digunakan, tetapi efek sampingnya yang tidak dapat diinginkan perasaan penuh dilambung karena gas CO2 yang dibentuk dalam suasana asam lambung yang asam.

Sumber vitamin D, untuk penyerapan kalsium dari saluran cerna dibutuhkan vitamin D khususnya kalsitriol yang merupakan metabolit aktif  dari kolekalsiferol(vitamin D), vitamin D disintesis dalam kulit dibawah pengaruh sinar(ultra-violet) matahari, makanan yang mengandung vitamin D adalah ikan berlemak(salmon,sardin), tahu, hati, susu dan produk-produknya(youghurt).

Pencegahan dalam rangka perawatan sendiri

Resiko osteoporosis dapat dikurangi dapat memeriksa kepadatan tulang minimal setahun sekali kemudian juga perhatikan cara-cara berikut:

·        1). Mengonsumsi makanan yang kaya akan kalsium yang mengandung vitamin D

·        2). Mengkonsumsi produk olahan dari kacang kedelai misalnya tahu,dan tempe karena  kedelai mengandung fitostrogen suatu senyawa kimia yang menyerupai estrogen dan bersifat melindungi tulang bagi wanita.

·        3). Kurangi konsumsi garam dan kopi yang mengandung kafein yang menstimulir pengeluaran pengeluaran kalsium dari dalam tubuh.

·         4). Berhenti merokok, perokok berat beresiko 10 sampai 20 kali menderita osteoporosis dari pada non-perokok.

·         5). Untuk menghindari terjatuh diperlukan tidakan yang mengurangi kecenderungan jatuh yang sering berakibat patah pergelangan tangan dan tulang pinggul, salah satu tempat di dalam rumah yang berbahaya dan sering sekali mengakibatkan kecelakaan adalah kamar mandi, dengan memasang satu atau dua alat penyangga untuk berpegangan bahaya ini dapat diatasi.

·        6). Cukup berolahrga karena kegiatan fisik memperbaiki kelenturan otot, meningkatkan koordinasi dan keseimbangan sehingga mengurangi kemungkinan untuk jatuh, yang pada lansia merupakan salah satu sebab utama dari fraktur.pada umumnya keseimbangan badan dan koordinasi sangat menurun pada usia lanjut.

     Sumber Referensi: 

h   https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/gangguan-muskuloskeletal/osteoporosis/cara-mencegah-osteoporosis/







loading...

Tidak ada komentar